Paragraf pembuka ini mengajak kamu mengenal Cendol Dawet Tradisi Keraton yang konon terinspirasi dari sajian jamuan keluarga bangsawan: sederhana, tapi detailnya rapi—mulai dari aroma daun pandan hingga santan areh yang halus.
Kalau kamu suka cendol yang teksturnya kenyal tapi tetap lembut, manisnya pas, dan wangi tradisionalnya kuat, yuk lanjut baca sampai selesai—resepnya gampang diikuti dan cocok buat jualan juga.
Baca Juga: Cendol Dawet Extra Cream Cheese, Dessert Kekinian Creamy
Resep Cendol Dawet Tradisi Keraton yang Legit dan Wangi
Yang bikin versi “keraton” terasa istimewa biasanya ada di dua hal: cendolnya harus halus saat masuk mulut (bukan kasar/keras), dan santannya dibuat lebih “berbadan” lewat areh yang gurih. Perpaduan ini bikin rasa manis gula aren jadi lebih dalam, bukan cuma manis biasa.
Bahan Utama
- 120 g tepung beras
- 30 g tepung tapioka
- 700 ml air pandan-suji (blender 10 lembar daun suji + 4 lembar pandan dengan air, lalu saring)
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt pasta pandan (opsional, untuk mempertegas warna)
- Air es + es batu secukupnya (untuk rendaman cendol)
Bahan Areh / Bumbu
- 500 ml santan kental
- 1/2 sdt garam
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
- 1 sdm tepung beras (larutkan dengan sedikit santan, opsional agar areh lebih kental)
Pelengkap
- 200–250 g gula aren, sisir halus
- 150 ml air
- 1 lembar daun pandan
- 1 sdm gula pasir (opsional, penyeimbang rasa)
Cara Memasak
1) Buat kuah gula aren
- Masukkan gula aren, air, dan daun pandan ke panci.
- Masak api kecil sampai gula larut dan sedikit mengental.
- Saring agar bersih dari serat, lalu dinginkan.
2) Masak areh santan
- Masukkan santan, garam, dan pandan ke panci.
- Masak api kecil sambil terus diaduk supaya tidak pecah.
- Jika ingin lebih kental, tuang larutan tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk.
- Matikan api saat mulai mendidih kecil (jangan mendidih keras), lalu dinginkan.
3) Buat cendolnya
- Campur tepung beras, tapioka, dan garam dalam panci.
- Tuang air pandan-suji sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga larut tanpa bergerindil.
- Masak di api sedang-kecil sambil terus diaduk sampai adonan mengental, licin, dan meletup pelan.
- Siapkan baskom berisi air es.
- Cetak adonan cendol memakai cetakan cendol/press di atas baskom air es.
- Aduk pelan agar cendol tidak saling menempel, lalu tiriskan.
4) Penyajian
- Isi gelas dengan cendol dan es batu.
- Tuang kuah gula aren secukupnya.
- Tambahkan areh santan di atasnya.
- Aduk sebelum diminum agar rasanya menyatu.
Tips
- Kunci tekstur cendol: adonan harus benar-benar matang dan licin sebelum dicetak, supaya hasilnya kenyal lembut, bukan rapuh.
- Untuk rasa yang lebih “berkelas”, pakai gula aren tua yang aromanya kuat, lalu selalu saring kuahnya.
- Santan anti pecah: gunakan api kecil dan aduk terus dengan gerakan stabil; jangan sampai mendidih bergolak.
- Ingin lebih otentik? Tambahkan sejumput garam ekstra di areh agar manisnya seimbang—ini yang sering bikin Cendol Dawet Tradisi Keraton terasa “nendang” di akhir.
- Kalau untuk jualan, simpan cendol terpisah dari kuah dan areh, lalu gabungkan saat akan disajikan supaya tetap segar dan tidak bantat.